Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Bagi Kepala Sekolah



Kementerian Pendidikan dan  kebudayaan melalui P4TK TK PLB, awal desember lalu, melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah. Kegiatan ini merupakan penerapan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 6 tahun 2018, pasal 21 huruf e, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah yang  menyatakan bahwa kepala sekolah yang sedang menjabat dan belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah, wajib  mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah.

Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah dilaksanakan untuk meminimalisir kepala sekolah yang menduduki jabatannya tanpa melalui Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah. Padahal, hal itu telah diatur sejak tahun 2010. Diselenggrakan di Krisna Beach Hotel, Pangandaran, kegiatan ini diikuti oleh 115 kepala sekolah yang berasal dari  Kab. Majalengka, Kab. Ciamis, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmlaya, dan Kab. Pangandaran. Peserta digembleng selama 8 hari dari tanggal 1  hingga 8 Desember 2019.

Pada sambutannya, Mardiana, M.Pd, selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa seluruh peserta akan mendapatkan 18 materi kegiatan serta pre dan post tes. “Peserta akan dibimbing oleh fasilitator dan mendapatkan ilmu dari para narasumber yang kami hadirkan. Proses pembelajaran dikemas sedemikian rupa hingga peserta tidak jenuh. Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti post test sebagai penentu kelulusan. Semoga peserta yang mengikuti Pendidikan ini lulus semua” ujarnya.
Peserta terbagi dalam tiga kelompok berbeda dan masing-masing dipandu oleh dua orang fasilitator. Pembelajaran dalam Pendidikan dan Pelatihan ini menggunakan metode andragogic, di mana peserta dilatih untuk menganalisis dan memecahkan kasus. Tiap materi didiskusikan secara berkelompok dan dipresentasikan untuk mendapat penilain dari kelompok lain. Salah satu peserta, Joharul Aripin, S.HI, Kepala SMK Ma’arif Al-Mizan dari Kab. Majalengka menuturkan, banyak pengetahuan dan pengalaman yang didpat dari kegiatan ini. “kami saling berbagi pengalaman dengan kepala sekolah dari kabupaten lain, sehingga memperkaya wawasan dalam pengelolaan sekolah”, ujarnya. Joharul juga berharap kegiatan ini dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan kepala sekolah agar dapat memajukan lembaga masing-masing. (Arul AZ)



Komentar